LENSABISNIS.COM– Presiden Prabowo Subianto menegaskan pengamanan pangan nasional dan pencapaian swasembada pangan menjadi program utama pemerintah dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju salah satu kekuatan ekonomi dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dengan agenda penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Jakarta, Rabu (20/5).
“Program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan,” tegas Prabowo.
Menurut Presiden, berbagai krisis global seperti pandemi, konflik geopolitik, dan gangguan produksi pangan dunia menjadi pelajaran penting bahwa ketahanan pangan harus menjadi prioritas nasional.
Prabowo menyebut produksi pangan nasional saat ini menjadi yang tertinggi dalam sejarah Indonesia, ditandai dengan meningkatnya cadangan beras pemerintah dari 3,25 juta ton pada Desember 2025 menjadi lebih dari 5,3 juta ton per 10 Mei 2026.
Selain sektor pangan, Presiden juga menyoroti kontribusi besar sektor pertanian dan perkebunan terhadap perekonomian nasional, termasuk posisi Indonesia sebagai eksportir terbesar minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia dengan nilai ekspor mencapai USD 23 miliar pada 2025.
Di sektor pupuk, Prabowo mengatakan Indonesia kini mencatat surplus produksi sehingga mampu memasok kebutuhan sejumlah negara lain.
“Kita diminta bantuan pupuk oleh negara-negara lain karena produksi pupuk kita lebih,” katanya.
Sementara itu, Andi Amran Sulaiman menegaskan arahan Presiden menjadi dasar percepatan swasembada pangan nasional melalui peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, percepatan tanam, perbaikan irigasi, hingga penguatan distribusi pupuk subsidi.
“Pangan harus aman dan Indonesia harus semakin mandiri,” ujar Amran.
