Concord Industry Optimistis Jaga Daya Saing di Tengah Tekanan Biaya Produksi


Lensabisnis.com – PT Concord Industry terus berkomitmen mengembangkan industri keramik nasional, meski menghadapi berbagai tantangan, terutama pada momen kenaikan harga gas dan pelemahan nilai tukar rupiah yang membebani sektor manufaktur.

Komitmen tersebut disampaikan perusahaan saat mengikuti pameran industri keramik terbesar di ASEAN, Keramika Indonesia 2026, yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.

Vice Director Ceramics Tile PT Concord Industry, Herman Hamzah, mengatakan perusahaan yang didirikan oleh Lin Kuang Ming pada 2011 itu telah berkembang pesat sejak memulai produksi di pabriknya yang berlokasi di Karawang Timur, Jawa Barat, pada 2015.

Menurut Herman, perusahaan yang awalnya hanya memproduksi keramik kini telah mampu menghasilkan granit berukuran 60 x 120 sentimeter untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Perjalanan kami di mulai dari produksi keramik, dan kami telah berkembang hingga memproduksi granit dengan berbagai ukuran, dan kami juga memiliki sejumlah merek unggulan untuk memnuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar,” kata Herman, dikutip Sabtu, 6 Juni 2026.

Untuk produk keramik, Concord Industry menghadirkan sejumlah merek, antara lain Concord, Icarus, Delta, Hector, dan Gracia. Sementara pada kategori granit, perusahaan memiliki merek Concord, Pavia, dan Fortuna. Merek Fortuna diposisikan sebagai brand khusus yang menyasar segmen pasar tertentu.

Di tengah persaingan pasar yang ketat, Herman mengungkapkan industri keramik nasional saat ini menghadapi tekanan akibat lonjakan harga gas yang merupakan komponen utama dalam proses produksi.

“Harga gas yang sebelumnya berada di kisaran 6 dolar AS per MMBTU kini meningkat menjadi sekitar 21 dolar AS per MMBTU dan masih berpotensi naik lagi. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar AS juga memberikan tekanan tambahan bagi industri,” jelas Herman.

Ia menambahkan, kondisi tersebut memaksa pelaku industri melakukan penyesuaian harga agar operasional perusahaan tetap berjalan dan keberlangsungan usaha dapat terjaga.

Meski demikian, Concord Industry tetap optimistis menghadapi tantangan tersebut dengan terus menghadirkan produk baru yang didukung teknologi modern serta desain yang lebih inovatif.

“Kami berharap inovasi teknologi dan desain yang lebih baik dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen sehingga produk kami tetap kompetitif di pasar,” ujarnya.

Menyikapi daya beli masyarakat saat ini yang sedang mengalami tekanan, Industri keramik nasional membutuhkan dukungan pemerintah, khususnya melalui kebijakan harga energi yang lebih kompetitif.

"Produk keramik dan granit memang bukan kebutuhan primer, kenaikan harga akan sangat mempengaruhi permintaan dan kelangsungan proyek-proyek pembangunan,” ungkapnya.

Ia menilai, selama ini industri keramik nasional telah berupaya mempertahankan investasi, membuka lapangan kerja, serta menghasilkan produk dalam negeri yang berkualitas. Karena itu, dukungan terhadap sektor manufaktur dinilai penting agar industri tetap tumbuh dan mampu bersaing.

“Kami terus berkomitman mendukung industri nasional dan menyediakan lapangan pekerjaan. Namun, apabila biaya produksi terus meningkat, tentu akan menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan industri. Kami berharap ada solusi yang dapat menjaga daya saing industri keramik Indonesia,” pungkas Herman.

Ia menegaskan, Concord Industry terus menghadirkan berbagai produk keramik dan granit berkualitas melalui sejumlah merek unggulan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun berbagai proyek pembangunan di Indonesia. (Sontry Napitupulu)


Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak