Lensabisnis.com - PT Nindya Karya (Persero) menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang
Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dalam rangka
peninjauan progres pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di
Kabupaten Rote Ndao, Kamis (30/7).
Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan; Gubernur
Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena; Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk;
Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose; Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero),
Firmansyah, serta Direktur Operasi 1 PT Nindya Karya (Persero) Fatchurrohman.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan
kawasan yang menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mempercepat
terwujudnya swasembada garam nasional.
Sebagai kontraktor pelaksana, PT Nindya Karya (Persero) terus mendorong percepatan
pembangunan infrastruktur kawasan pergaraman terpadu yang dirancang untuk
mendukung peningkatan kapasitas produksi garam nasional serta memperkuat
ketahanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
menyampaikan bahwa pembangunan K-SIGN diharapkan memberikan manfaat nyata
bagi masyarakat Rote Ndao dan Nusa Tenggara Timur.
“Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh
masyarakat kita sendiri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa percepatan pembangunan kawasan garam akan terus
dilakukan sesuai arahan Presiden, serta mengajak pemerintah daerah dan seluruh pihak
untuk menjaga kolaborasi agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan
memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, menyampaikan bahwa
pembangunan K-SIGN merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan
dalam mendukung program swasembada nasional melalui penguatan infrastruktur
sektor pangan.
“Pembangunan K-SIGN menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk terus
mendukung peningkatan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat
ketahanan pangan, serta mendorong terciptanya kemandirian industri garam Indonesia,”
ujar Firmansyah.
Ia menambahkan bahwa Nindya Karya akan terus mengedepankan kualitas konstruksi,
keselamatan kerja, ketepatan waktu penyelesaian, dan prinsip keberlanjutan agar
pembangunan kawasan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat
pesisir sekaligus mendukung penguatan rantai pasok garam nasional.
