Rangkaian proyek anyar tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta, Senin (14/9/2026). Hadir dalam acara tersebut antara lain Chief Operating Officer (COO) The Pokémon Company Takato Utsunomiya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Chief Operating Officer The Pokémon Company Takato Utsunomiya menuturkan, langkah ini bertepatan dengan peringatan 30 tahun berdirinya waralaba Pokémon. Pihaknya berupaya menciptakan ruang perjumpaan baru antara budaya pop Pokémon dan keberagaman budaya masyarakat Indonesia.
”Kami sangat menghormati dan ingin mempelajari kekayaan budaya Indonesia, salah satunya kesenian tradisional wayang. Melalui Pokémon, kami berharap dapat menghubungkan Indonesia dengan dunia,” ujar Utsunomiya.
Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah proyek ”Poké Wayang”, yakni penggabungan karakter Pokémon dengan seni pertunjukan wayang kulit—warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO. Pertunjukan kolaborasi ini dijadwalkan tampil perdana pada ajang World Conference on Creative Economy (WCCE), 22 Oktober 2026. Selanjutnya, pertunjukan tersebut akan diarak ke berbagai sekolah dasar di tanah air disertai pendistribusian alat peraga wayang edisi khusus.
 |
| Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc., Menteri Kebudayaan Republik Indonesia |
Menanggapi inisiatif tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kolaborasi seni ini sebagai bentuk akulturasi yang bernilai strategis bagi pemajuan kebudayaan nasional.
”Kolaborasi antara budaya Indonesia, khususnya wayang, dengan Pokémon sebagai IP yang telah mendunia merupakan bentuk akulturasi budaya baru. Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pengenalan wayang kepada masyarakat dunia melalui sebuah IP yang memiliki jangkauan global,” kata Fadli Zon.
 |
| Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia |
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya memanfaatkan kepopuleran jenama global untuk mengangkat potensi lokal.
”Kami ingin menggunakan ekonomi kreatif sebagai jembatan untuk melestarikan sekaligus membawa kebudayaan Indonesia ke dunia. Kolaborasi dengan Pokémon menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan wayang dan batik kepada generasi muda, sekaligus membuka peluang agar budaya Indonesia dapat dikenal hingga ke pasar global,” tutur Irene.
Ekosistem Olahraga dan Game
Selain ranah kebudayaan, The Pokémon Company menggaet brand MilkLife melalui ”MilkLife Sports Project with Pokémon” untuk mendorong partisipasi anak dalam cabang olahraga sepak bola putri dan bulu tangkis. Program ini turut mendatangkan mantan pemain tim nasional sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama, serta mantan pebulu tangkis nomor satu dunia, Kento Momota, untuk memberikan pelatihan klinis (coaching clinic) pada ajang MilkLife Soccer Challenge pertengahan September 2026.
Di ranah rekreasi massa, kegiatan lari santai ”Pokémon RUN 30: Indonesia Edition” akan digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Jalan Sudirman, Jakarta, pada 12–13 Desember 2026. Pendaftaran ajang olahraga sepanjang 5 kilometer ini dibuka mulai 19 September 2026.
Dari sisi teknologi digital dan konsol permainan, aplikasi ponsel Pokémon Trading Card Game Pocket yang telah diunduh lebih dari 5,2 juta kali di Indonesia dipastikan akan mendukung opsi Bahasa Indonesia mulai Januari 2027. Sebagai penanda pembaruan tersebut, para pengguna akan mendapatkan item dalam gim berupa karakter Pikachu berkemeja batik.
Bersamaan dengan peluncuran konsol Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 di pasar Indonesia, pameran ”Pikachu’s Indonesia Journey” dan ”Nintendo Switch and Nintendo Switch 2 Experience Jakarta” juga akan digelar secara gratis di Central Park Mall, Jakarta, mulai 10 Desember 2026 hingga 3 Januari 2027.