Lensabisnis.com – Di sebuah sudut Dusun Barat, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, ada penantian panjang yang akhirnya berujung haru. Adalah Pak Buyan (60) dan istrinya, Ibu Sumawiyah (54), pasangan suami istri yang selama 6 tahun memimpikan rumah yang layak untuk berteduh.
Selama bertahun-tahun, keduanya hanya bisa menahan impian itu. Sebagai buruh tani, penghasilan yang didapat tak pernah cukup, bahkan untuk sekadar memperbaiki dinding yang mulai rapuh, apalagi membangun rumah baru.
"Dari hasil buruh tani tidak mencukupi untuk membangun rumah," lirih Pak Buyan dengan mata berkaca-kaca.
Keterbatasan itu membuatnya dan istri harus bertahan dalam kondisi seadanya. Namun penantian selama 6 tahun itu kini terjawab.
Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 0826/Pamekasan, Pak Buyan dan Ibu Sumawiyah terpilih menjadi salah satu penerima manfaat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Di Dusun Barat Desa Jarin, deru semangat prajurit Satgas TMMD berpadu dengan harapan pasangan lansia itu. Satu per satu material datang, dinding yang dulu rapuh kini mulai kokoh berdiri.
Bagi Pak Buyan dan Ibu Sumawiyah, rumah yang dibangun Satgas TMMD bukan sekadar bangunan. Itu adalah bukti bahwa mereka tidak sendiri. Di usia senja, mereka akhirnya bisa merasakan memiliki rumah yang layak, hangat, dan aman untuk menjalani sisa hidup bersama.
Tangis haru Sumawiyah pecah saat melihat rumahnya mulai berbentuk. Setelah 6 tahun menunggu dalam keterbatasan, kini harapan itu nyata di depan mata, dibangun dengan tangan-tangan tulus TNI untuk rakyatnya. (Rilis)